Kamis, 08 Desember 2016

indikator : menjelaskan sikap kebersamaan dalam keberagaman dirumah

Kebersamaan Dalam Keragaman

Dunia kita menyimpan sejarah indah tentang kebersamaan dalam keragaman, antara bangsa yang satu dengan bangsa yang lainnya, dan antara umat agama satu dengan umat agama yang lainnya. Sejarah itu terjaga secara apik di berbagai generasi. Dikisahkan tentang keindahan sebuah kota damai bernama Aleppo, di kota cantik itu tiap siang dan malam dipentaskan tarian ajaib yang monumental, sebuah tarian spiritual ‘whirling Dervish‘ yang mendunia, hasil kreasi sastrawan besar yang asketik, Jalaluddin Rumi dan sejumlah pertemuan dahsyatnya bersama Syamsi Tabriz.
Dalam sebuah riwayat Ibnu Jubair pada abad XII  disebutkan bahwa kota itu laksana paradise in the earth. Masjid Umawi sendiri dahulu adalah tempat ibadah bangsa Aram yang menyembah Dewa Hadad, mereka adalah bangsa Arab Suryani kuno yang telah ada sejak 3000 tahun sebelum masehi. di sana juga terdapat sumur pembaptisan, dimana orang-orang akan berkumpul untuk melakukan ritual pensucian.
Pada awal abad Masehi, kompleks masjid Umawi berganti menjadi tempat ibadah penyembahan untuk Dewa Jupiter al-Damasqy saat masa Romawi. Ketika agama Kristen berkembang di Damaskus pada abad keempat masehi, tempat tersebut menjadi Gereja yang bernama St. John The Baptish Basilica, maka tidak heran para nasrani banyak juga yang mengunjungi masjid Umawi.
Sejak Islam masuk ke Damaskus, umat Islam dan Kristen sepakat untuk membagi tempat ibadah tersebut menjadi dua bagian: sebelah timur untuk masjid dan sebelah barat untuk gereja. Mereka beribadah bersama-sama dalam satu tempat yang hanya dipisahkan oleh dinding tembok. Umat Islam mengumandangkan adzan, sementara umat Kristen membunyikan lonceng. Kerukunan ini berlangsung kurang lebih selama 70 tahun, atau sampai tahun 705 Masehi. Hingga suatu ketika, khalifah Walid bin Abd Malik menganggap perlu untuk membangun masjid megah sesuai dengan kebutuhan kaum muslim dan pemerintah Islam saat itu.
Kesatuan dalam keragaman lainnya, dinukilkan oleh Imam besar masjid Istiqlal, Prof. DR. KH. Ali Mustafa Yakub, MA., dalam acara ‘Satu Jam Lebih Dekat’ yang disiarkan oleh salah satu televisi nasional, beliau menceritakan pengalaman beliau saat menerima banyak tamu kepala negara. Beliau menggambarkan betapa indahnya kebersamaan dan kerja sama antara umat Islam dengan umat Nasrani, terutama saat merayakan hari besar mereka masing-masing, bila area parkir tidak menampung kendaraan umat Islam dalam halaman masjid Istiqlal, pengurus gereja Katedral membuka pagar dan mempersilakan umat Islam menempati area parkir yang ada di wilayah gereja katedral, demikian pula sebaliknya. Kerukunan ini telah berlangsung beberapa dekade.
Kisah di atas sama persis dengan kebersamaan yang dikisahkan dari kota Aleppo, lantunan suara adzan yang berkumandang dari masjid Istiqlal bertemu santun dengan dentuman bunyi lonceng yang diiringi kidung nyanyian gereja dari gereja Katedral. Kedua rumah Tuhan itu hanya dibatasi oleh jalan raya. Kerukunan yang dibangun keduanya membelah kesunyian angkasa, memecah polusi suara dari kendaraan yang lalu lalang. Lantunan itu mengajak para penganutnya untuk melaksanakan ibadah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
Kebersamaan dalam keragaman seperti diatas perlu terus dipertahankan dan diwariskan kepada banyak umat beragama yang beragam. Hal ini jauh lebih baik daripada mekasakan keseragaman, karena pemaksaan tersebut hanya akan melahirkan sikap ketidakadilan hingga kekerasan.
Kisah lain yang menunjukkan kebersamaan dalam keberagaman adalah pelaksanaan ibadah kaum muslimin Aberdeen di gereja Episkopal Santo Yohanes, di Aberdeen, Skotlandia. Gereja tersebut menjadi gereja pertama yang memberikan sebagian ruang bangunannya untuk digunakan umat Islam menjalankan ibadah shalat lima waktu secara berjamaah. Pendeta Isaac Pooblan meminjamkan sebagian ruangan aula gereja kepada Imam Ahmed Megharbi untuk dipergunakan melaksanakan kegiatan ibadah dan dakwah bagi umat Islam. Pendeta Isaac membuka hatinya untuk berbagi rumah tuhan lantaran area masjid yang ada sangat sempit hingga tidak jarang umat Islam beribadah di pinggir jalan.
Pesan keagamaan yang diaplikasikan pendeta Isaac adalah menghargai tetangga dan memperlakukannya dengan baik, tanpa melihat suku, bangsa, agama dan profesinya. Beliau pernah menyaksikan umat Islam melaksanakan shalat lima waktu di ruang terbuka saat salju turun dan cuaca sangat dingin, baginya itu adalah pemandangan yang sangat sulit dilupakan. Pendeta itu yakin bahwa Ia tidak menjalankan imannya jika tidak menawarkan bantuan kepada sesamanya yang membutuhkan.
Sikap penghargaan terhadap perbedaan seperti yang ditunjukkan oleh pendeta Isaac Poobalan di atas sebenarnya juga diajarkan di hampir semua agama, tidak terkecuali Islam. Allah SWT berpesan tentang sikap dan prilaku kepada tetangga melalui firman-Nyadi QS. al-Nisa 4:36 “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun, dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu.”
Dalam sebuah riwayat yang disampaikan Ali bin Thalhah dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, dinyatakan bahwa: “Tetangga yang dekat adalah tetangga yang ada hubungan kekerabatan denganmu, sedangkan tetangga yang jauh adalah tetangga yang tidak mempunyai hubungan kekerabatan denganmu.” Begitu pula Nabi Muhammad SAW yang selalu diberi pesan oleh Jibril tentang tetangga, sebagaimana beliau tuturkan dalam sebuah hadis. bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jibril senantiasa berwasiat kepadaku tentang tetangga sampai-sampai aku mengira bahwa ia (tetangga) akan mewarisi.” (HR. Bukhari 6015 dan Muslim 2625). Riwayat yang sangat populer dan selalu disampaikan para pendakwah adalah “Barangsiapa yang beriman kepada Allah SWT dan hari akhirat, hendaklah memuliakan tetangganya”. (HR. Bukhari 6016).
Namun ironis, dalil naqli dan aqli sebagaimana ditegaskan secara tersurat di atas, justru diaplikasikan dengan baik oleh pendeta Isaac. Betapa naifnya jika orang Islam sendiri ternyata tidak mampu mengamalkan pesan sakral tersebut hanya karena adanya perbedaan yang sesungguhnya tidak prinsipil. Kisah di atas menuntun kita untuk selalu siap dan bersikap toleran terhadap sesama ciptaan Tuhan, serta tidak menjadikan perbedaan sebagai sumber konflik yang berujung pada prilaku anarkis dan ekstremis.
Perbedaan bukanlah pertentangan, karena ia adalah bagian nyata dari sebuah dinamika kehidupan. Ia terjadi sejak manusia diciptakan, dan akan terus terjadi sepanjang sejarah kehidupa. Konflik yang kerap terjadi sesungguhnya tidak disebabkan oleh perbedaan, tetapi kekauan dan kedangkalan cara pandang dalam memahami perbedaan itu sendiri.

Senin, 05 Desember 2016

indikator : mengucap maaf secara tepat

cara Meminta Maaf yang Tepat

Minta maaf adalah perkara yang seringkali dianggap sepele namun sangat sulit untuk diucapkan. Terkadang rasa gengsi, merasa tidak salah dan malu membuat seseorang merasa sulit untuk mengucapkan kata maaf atas apa yang telah dilakukan.
Minta maaf biasa diucapkan ketika seseorang melakukan sesuatu yang salah atau perbuatan tidak menyenangkan terhadap orang lain. Namun, ada kalanya ucapan minta maaf yang disampai terlihat tidak tulus.
Ketika meminta maaf, maka ucapkanlah dengan tulus agar orang yang dimintai maaf juga bisa memaafkan denga tulus pula sehingga tidak ada lagi rasa dendam atau amarah. Sebagaimana yang dikutip dari laman Womenshealthmag.com, ada beberapa cara untuk meminta maaf secara tulus terhadap seseorang yang anda cintai.

Cara Meminta Maaf yang Tepat

Berikut ini adalah tips agar permintaan maaf yang anda ucapkan bisa tersampaikan secara tepat.
1. Ekspresikan penyesalan anda.
2. Jelaskan apa yang menyebabkan anda melakukan kesalahan tersebut.
3. Ambil tanggung jawab atas kesalahan yang telah anda perbuat.
4. Tawarkan solusi untuk menyelesaikan ke depan.
5. Dan terakhir, minta maaf. Ini adalah elemen yang penting.
Sebuah penelitian telah dilakukan terhadap hampir 800 orang partisipan untuk melihat reaksi mereka terhadap permintaan maaf yang mengandung elemen-elemen di atas. Hasilnya, diketahui bahwa dengan semakin banyak elemen yang terdapat di dalamnya, semakin baik reaksi orang yang mengampuni.

• indikator : Menyebutkan nama tumbuhan dan hewan yang ada di lingkungan sekitar

 nama tumbuhan :
1.Cokelat / Kakao (Theobroma cacao)
2.Pepaya (Carica papaya)
3.Kelapa (Cocos nucifera)
4.Durian (Durio Zibethinus)
5.Ketimunan (Timonius sericcus)
6.Mangga (Magnifera indica)
7.Gandaria (Bouea mcrophylla)
8.Sukun (Artocarpus communis)
9.Terung (Solanum lycopersicum)
10.Pisang (Musa paradisiaca)
11.Vanili (Vannili planifolia)
12.Srikaya (Annona squamosa)
13.Jambu Monyet (Agathis Lalillardieri)
14.Kemiri ( Dipterocarpus sp)
15.Duku (lansium domesticum)
16.Salak (Salacca edulis)
17.Sawo (Manilkara kauki)
18.Enau (Arenga pinnata)
19.Mengkudu (Morinda citrifolia)
20.Sawit (Elais Guinensis)
21.Apel (Malus sylvestris)
22.Kweni (mangifera odorata)
23.Buah Nona (Annona reticulata)
24.Buni ( Antidesma reticulata)
25.Jambu Mawar ( Eugenia jambos)
26.Kawista Batu (Feronica lucida)
27.Kapulasan (Nephelium mutabile)
28.Lechi (Leachi chinensis)
29.Malaka (Phylantus emblica)
30.Strwaberry (Fragaria daltoniana)
31.Anggur (Vitis vinivera)
32.Alpukat (Persea americana)
33.Bacang (Magnifera foetida)
34.Belimbing (Averrhoa carambola)
35.Cempedak (Arthocarpus champeden)
36.Cepukan (Physalis angilata)
37.Ceri (Prunus apetala)
38.Nanas (Ananas comocus)
39.Gowok (Syzygium plychepalum)
40.Jeruk nipis (Citrus aurantifolia)
41.Jeruk pomelo (Citrus maxima)
42.Jeruk sukade (Citrus medica)
43.Jeruk keprok (Citrus reticulata)
44.Kurma (Phoenix dactylifera)
45.Kesemek (Diospuros kaki)
46.Sukun (Artocarpus atilis)
47.Salak (Salacca zalacca)
48.Persik (Prunus persica)
49.Manggis (Garcinia mangostana)
50. Almond-leafed Pear (Pyrus amygdaliformis)
51.Pir Austria (Pyrus austriaca)
52.Pir Iberia (Pyrus bourgaeana )
53.Pir Ya (Pyrus bretschneideri )
54.Pir Callery (Pyrus calleryana)
55.Pir Cacasia (Pyrus caucasica)
56.Pir Eropa (Pyrus communis )
57.Pir Plymouth (Pyrus cordata)
58.Pir Algeria (Pyrus cossonii)
59.Aprikot (Prunus armeniaca)
60.Oleaster-leafed Pear (Pyrus elaeagrifolia)
61.Evergreen Pear (Pyrus kawakamii )
62.Rambutan (Nephellium lappacium)
63.Siwalan (Borassus sp)
64.Pir Salju (Pyrus nivalis)
65.Pir Afghan (Pyrus pashia
66.Pir liar (Pyrus pyraster)
67.Sawo duren (Crisophyllum crainito)
68.Pir Nashi (Pyrus pyrifolia)
69.Willow-leafed Pear (Pyrus salicifolia)
70.Menteng (Baccaurea baccimosa)
71.Kedondong (Spondias dulcis)
72.Jambu batu (Psidium guajava)
73.Sage-leafed Pear (Pyrus salvifolia )
74.Jambu bol (Syzygium malaccense)
75.Pir Siberia (Pyrus ussuriensis)
76.Jambu mawar (Syzygium jambos)
77.Pir Xinjiang (Pyrus sinkiangensis)
78.Jambu mete (Anaccadium odontinale)
79.Lemon (Citrus limon)
80.Melon (Cucumis melo)
81.Sawo Manila (Manilkara zapota)
82.Asam (Tamarindus indica)
83.Kiwi (Actinidia deliciosa)
84.Tomat (Solanum Iycopersicum)
85.Buah Naga (Hylocereus undatus)
86.Kelengkeng (Dimocarpus longan)
87.Blueberry (Vaccinium corymbosum)
88.Ceremai (Phyllanthus acidus)
89.Markisa (Passiflora edulio)
90.Pisang Raja (Musa textilia)
91.Delima (Punica granatum)
92.Zaitun (Olea europaea)
93.Buah Ara (Ficus carica)
94.Matoa (Ponnetia pinniata)
95.Nangka (Artocarpus heterophyllus)
96.Buni (Antidesma bunius)
97.Kersen (Muntingia calabura)
98.Massoi (Cryptocaria massoi)
99.Mata Buta (Excoecaria agallocha)
100.Purnamasada (Cordia subcordata)

nama hewan :
1.Ubur – ubur (Aurelia aurita)
2.Badak (Rhinoceros sondaicus)
3.Harimau loreng (Panthera tigris)
4.Banteng (Bos sondaicus)
5.Gajah (Elephas maximus)
6.Penyu hijau (Chelonia mydas)
7.Komodo (Varanus komodoensis)
8.Cendrawasih (Paradisaea minor)
9.Bunglon (Gonyochepalus novaeguinae)
10.Buaya muara (Crocodylus porosus)
11.Tarsius (Tarsius bancanus)
12.Orang utan (Pongo pygaeus-abelii)
13.Tapir (Tapirus indicus)
14.Kanguru pohon (Dendrolagus ursinus)
15.Kakaktua raja (Probosciger aterrimus)
16.Kucing rumah (Felis domestica)
17.Bekicot (Achatina fulica)
18.Udang galah (Macrobanchium rosenbergi)
19.Kepiting (Portunus sexdentalus)
20.Udang air tawar (Cambarus virilis)
21.Rajungan (Neptunus pelagicus)
22.Jangkrik (Acheta domestica)
23.Walang sangit (Leptocorisa acuta)
24.Kutu kepala (Pediculus humanus)
25.Lebah madu (Apix cerana)
26.Anjing (Canis lupus-familiaris)
27.Kucing (Felis catus)
28.Serigala (Canis lupus)
29.Kanguru (Ptanaurus breviceps)
30.Kecoa (Periplaneta americana)
31.Kepik (Diconocoris hewetti)
32.Tonggeret (Tibicen pruinosa)
33.Belalang sembah (Montis religiosa)
34.Kumbang kelapa (Oryctes rhinoceros)
35.Lalat buah (Drosophilla melanogaster)
36.Anoa pegunungan (Anoa quarlesi)
37.Beruang madu (Helarctos malayanus)
38.Landak (Hystrix brachyura)
39.Monyet Sulawesi (Macaca brunnescens)
40.Trenggiling (Manis javanica)
41.Paus bongkok (Megaptera novaeangliae)
42.Kelinci (Nesolagus netscheri)
43. Lumba-lumba air tawar (Orcaella brevirostris)
44. Musang congkok (Prionodon linsang)

indikator : menyebutkan dan menuliskan daftar kebutuhan siswa sehari-hari

Bersikap Rasional dalam Menghadapi Berbagai Pilihan


Kebutuhan manusia yang tidak terbatas menghadapkan manusia pada berbagai pilihan. Agar dapat memilih dengan baik, manusia harus bersikap rasional dalam melakukan pilihan.

Bersikap rasional berarti bersikap atau bertindak dengan menggunakan pertimbangan akal sehat. Pertimbangan akal sehat yang bagaimana yang harus digunakan agar dapat memilih dengan baik? Berikut ini pertimbangan akal sehat yang bisa digunakan agar dapat memilih dengan baik dalam menghadapi berbagai pilihan kebutuhan.

Membuat Skala Prioritas Kebutuhan

Pengertian dan Contoh Skala Prioritas Kebutuhan Siswa
Membuat skala prioritas kebutuhan berarti membuat urutan kebutuhan dari yang terpenting sampai dengan yang kurang penting.

Berikut ini tiga pedoman dalam membuat skala prioritas kebutuhan.

a. Dalam membuat skala prioritas kebutuhan jangan berpedoman pada dorongan nafsu sesaat,    melainkan berpedoman pada kepentingan jangka panjang.

Misalnya, Ibu Santi dengan penghasilan terbatas memiliki empat macam kebutuhan.
1. Membayar SPP 3 anak
2. Membeli baju untuk menghadiri pernikahan
3. Membayar tunggakan listrik 2 bulan
4. Membeli gelang emas

Jangan karena ingin mendapat pujian saat menghadiri pernikahan, maka Ibu Santi menyusun skala prioritas kebutuhan sebagai berikut.
1. Membeli baju untuk menghadiri pernikahan 2. Membeli gelang emas
3. Membayar tunggakan listrik 2 bulan
4. Membayar SPP 3 anak

Jika skala prioritas ini benar-benar dipergunakan Ibu Santi maka ada kemungkinan listrik akan dicabut dan SPP anak bisa tidak terbayar.

b. Skala prioritas kebutuhan setiap orang atau setiap keluarga umumnya berbeda, karena masing-masing memiliki kebutuhan dan kepentingan yang berbeda.

Oleh karena itu, buatlah skala prioritas berdasarkan kebutuhan dan kepentingan sendiri, jangan menyontek skala prioritas orang lain.

c. Bila skala prioritas kebutuhan telah dibuat, mulailah menggunakan pendapatan atau sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan mulai dari yang terpenting menuju ke yang kurang penting.

Agar lebih mudah, skala prioritas kebutuhan tersebut bisa sekaligus disusun dalam bentuk anggaran rumah tangga.

Cara membuat anggaran rumah tangga akan dipelajari khusus pada Bab empat bagian C.

Menggunakan Pedoman Berbelanja

Apabila ada kebutuhan barang dan jasa yang harus dibeli maka agar tidak salah pilih serta demi penghematan, berbelanjalah dengan menggunakan pedoman berbelanja berikut.

a. Tepat Tempat

Belanjalah di tempat-tempat yang diketahui mampu menjual dengan harga yang rendah atau murah.

b. Tepat Waktu

Usahakan belanja saat harga-harga sedang turun. Pada Minggu terakhir dari setiap bulan para pedagang tertentu biasanya menurunkan harga jualnya, disebabkan sepinya pembeli.

c. Tepat Harga

Belilah barang dan jasa yang memang sudah diketahui harganya. Jangan belanja barang dan jasa yang baru dilihat dan belum diketahui berapa harga standarnya.

d. Tepat Mutu

Dalam berbelanja sebaiknya pembeli mengetahui perbedaan mutu setiap jenis barang dan jasa. Jangan sampai membeli dengan mahal barang dan jasa yang mutunya rendah.

e. Tepat Jumlah

Belanjalah sesuai keperluan; bukan belanja sesuai keinginan. Jangan berbelanja melebihi jumlah yang diperlukan. Selain boros, hal itu menghilangkan kesempatan untuk menabung dan berinvestasi.

Mencari Informasi yang Banyak tentang Cara- Cara Mengelola Keuangan

Informasi tentang cara-cara mengelola keuangan sangat membantu kita untuk berpikir rasional menghadapi banyaknya kebutuhan. Informasi bisa didapatkan dari teman, saudara, majalah, TV, dan lain-lain.

indikator : Bersikap khusuk (menjaga keheningan) dalam mendengarkan do'a

 Tips Agar Mendapatkan Shalat Khusyu

       Sesungguhnya shalat merupakan salah satu dari rukun Islam yang bersifat praktis dan amat besar pahalanya. karena itu, melakukan shalat disertai dengan penuh penghayatan dan kekhusyuan  sangat dianjurkan oleh syariat Islam. Hanya saja, untuk mencapai kekhusyuan dalam shalat itu  sangat berat sekali. Ini karena Iblis telah bertekad bulat untuk berusaha menggoda dan menyesatkan manusia, seperti yang terungkap dalam al-Quran,"Kemudian saya (Iblis) akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang, dari kanan dan kiri mereka." Dengan demikian, tipu daya Iblis yang paling hebat adalah berusaha memalingkan kekhusyuan umat yang tengah shalat dengan mempergunakan segala macam sarana (media). Di samping ia juga berusaha keras untuk menaburkan perasaan was-was ke dalam hati mereka ketika shalat. Dengan begitu, mereka tidak dapat lagi merasakan nikmatnya Ibadah shalat disamping tidak akan mendapatkan pahala dari Allah.

      Betapa banyak manusia yang tergoda oleh tipuan setan sehingga dalam melakukan shalatnya tidak lagi dapat berkonsentrasi (khusyu'). Bahkan khusyu' dalam shalat meupakan perkara yang pertama kali dicabut oleh Allah dari permukaan bumi, padahal kita kini hidup pada akhir zaman. Keadaan ini sesuai dengan apa yang diutarakan oleh Hudzaifah Radhiyallhu 'anhu:
"Mula-mua sesuatu yang kamu kehilangan dari agamamu adalah kekhusyuan. Sedangkan yang terakhirnya adalah shalat. Mungkin seseorang yang mengerjakan shalat, tetapi tidak mendapat kebaikan. Hampir-hampir kamu masuk masjid, tetapi tidak kamu jumpai orang-orang yang shalat dengan khusyu'."
Dibawah ini ada tips-tips untuk menjadikan shalat kita khusyu:
1. Persiapan Diri Untuk Shalat
Hal ini dapat dilakukan dengan memperhatikan beberapa hal. Diantaranya menjawab seruan adzan dan dilanjutkan dengan berdoa sesudah adzan, menyempurnakan wudhu, menyiapkan diri untuk shalat dengan memilih pakaian yang bagus dan harum, bersegera pergi menuju masjid dengan ketenangan, menunggu shalat berjamaah dimulai dan segera melurus-rapatkan shaf (barisan) karena setan selalu mencari celah-celah untuk dilaluinya.
2. Thuma'ninah dalam Shalat
Orang yang tidak melakukan thuma'ninah dalam shalatnya, tidak mungkin dapat mencapai kekhusyuan, karena shalat yang dikerjakan dengan cepat-cepat dapat menghilangkan kekhusyuan dan dapat menghilangkan pahala.
"Sejahat-jahat manusia adalah pencuri, yaitu orang yang mencuri dari shalatnya." Qatadah bertanya,"Ya Rasulullah, bagaimana ia bisa mencuri shalatnya?" Beliau menjawab."Ia tidak emnyempurnakan ruku dan sujudnya." (Ahmad)
3. Mengingat mati dalam shalat
"Ingatlah kematian dalam shalatmu, karena apabila seseorang mengingat kematian dalam shalatnya, sudah pasti ia akan berusaha keras untuk menyempurnakan shalatnya. Dan, shalatlah kamu seperti shalatnya seseorang yang tidak membayangkan bahwa dirinya bisa mengerjakan shalat sesudah itu." (As-silsilah Ash-Shahihah oleh Albani)
4. Menghayati ayat-ayat dan  zikir yang dibaca serta berinteraksi dengannya
Diantara  hal-hal yang dapat membantu kita menghayati al-Quran adalah membaca ayat-ayat al-Quran secara berulang-ulang sambil membiasakan diri mengamati artinya. Selain itu, hal lain yang dapat mebantu kita agar dapat menghayati ayat-ayat al-quran adalah dengan mengadakan interaksi dengan ayat-ayat tersebut. Juga diantara hal-hal yang dapat membantu penghayatan (terhadap ayat-ayat yang dibacanya) adalah membaca al-quran  dan berbagai macam dzikir yang terdapat pada rukum-rukun shalat dengan segala variasinya. Setelah dihafal maka dibaca, direnungkan dan difikirkannya. Diantara bukti interaksi kita terhadap ayat-ayat al-quran ialah ketika kita mengucapkan amin setelah membaca al-Fatihah. Atau seperti apa yang diriwayatkan Hudzaifah,"Pada suatu malam saya shalat bersama Rasulullah. Beliau membaca al-Quran dengan perlahan-lahan. Apabila melewati ayat yang mengandung tasbih, beliau pasti mebaca tasbih. Apabila melewati ayat yang berisikan permohonan (kepada Allah), belaiu memohon. Dan, apabila melewati ayat yang berisikan permohonan perlindungan beliau pasti memohon perlindungan (kepada Allah)." (Muslim)
5. Mentartil bacaan ayat per ayat
Metode memotong bacaan ayat per ayat dilakukan untuk lebih mempercepat memahami sekaligus menghayati ayat-ayat tersebut. Bahkan hal yang demikian itu merupakan Sunnah Nabi sebagaimana yang dituturkan oleh Ummu Salamah mengenai bacaan Rasulullah, "Bismillahirrahmaanirrahiim." Dalam satu riwayat disebutkan," Kemudian beliau berhenti sejenak, lalu membaca alhamdu lillahi rabbil 'alamiin, kemudian berhenti. Setelah itu membaca ar-rahmaanir rahiim." Dalam riwayat yang lain disebutkan,"Kemudian beliau berhenti, lalu membaca maaliki yaumid diin, sambil memutus-mutuskan ayat demi ayat."
6. Membaca dengan tartil dan memperbagus suara bacaannya
Membaca al-Quran dengan tartil dan perlahan-lahan itu lebih mendorong si pembacanya untuk menghayati dan bersikap khusyu. Keadaan yang demikian itu berbeda dengan membaca secara cepat den tergesa-gesa. Yang juga dapat membantu kekhusyuan dalam shalat adalah memperbagus suara bacaan. Hal ini bukan berrati melenggak-lenggokkan suara dan membaca berdasarkan bacaan orang lain yang tidak benar. Akan tetapi suara itu dikatakan indah bila disertai dengan bacaan yang mengandung kesedihan, seperti disabdakan Nabi,"Sesungguhnya di antara manusia yang suaranya bagus ketika membaca al-Quran adalah apabila kamu mendengar al-quran itu dibacanya, kamu mengira bahwa dia benar-benar takut kepada Allah." (Ibnu majah)
7. Menyadari bahwa Allah pasti Mengabulkan doa dalam shalatnya
"Apabila salah seseorang diantaramu berdiri shalat, sesungguhnya ia sedang bermunajah kepada Rabb-nya, maka hendaklah ia memperhatikan bagaimana cara bermunajah kepada-Nya (yang baik)." (Mustadrak al-Haakim)

8. Shalat dengan Menghadap dan dekat kepada Tabir
"Apabila salah seorang dari kalian shalat, hendaklah ia menghadap ke arah tabir dan dekat kepadanya." (Abu Daud)

"Apabila salah seorang kamu shalat ke arah tabir hendaklah mendekatinya, maka setan tidak dapat memutus kan shalatnya." (Abu Daud)
9. Meletakkan Tangan Kanan di atas Tangan Kiri di atas dada
Ibnu Hajar Rahimahullah berkata bahwa para ulama berkata,"Hikmah dari posisi tangan seperti itu ketika shalat adalah membuktikan sikap seseorang yang meminta dengan penuh kehinadinaan dan ketundukan. Keadaan seperti itu akan lebih mencegah dari sikap main-main (yang tidak ada kaiatannya dengan shalat) dan justru akan lebih mendekatkan kepada kekhusyuan."
10. Memandang ke tempat sujud
"Apabila shalat, Rasulullah biasa menundukkan kepalanya dan mengarahkan pandangannya ke tanah (ke tempat sujud)." (Hakim)
Adapun dalam duduk Tasyahhud dianjurkan memandang ke arah jari telunjuk tangannya yang dipergunakan untuk isyarat sambil digerak-gerakkan.
11. Menggerak-gerakkan jari telunjuk
Bnayak sekali orang yang shalat mengabaikan masalah ini. Apalagi mereka tidak mengerti tentang manfaatnya yang begitu besar dan dampak positif yang ditimbulkan dalam rangka membantu tercapainya kekhusyuan. Rasulullah bersabda:
"Sesungguhnya menggerak-gerakkan jari telunjuk itu lebih dahsyat untuk mengalahkan syetan daripada besi." (Ahmad)
12. Membaca beragam surat, ayat, zikir, dan doa dalam shalat
Hal ini sangat membantu untuk selalu memiliki perasaan baru dalam menerima kandungan ayat, zikir, dan doa yang dibacanya. Hal ini juga merupakan Sunnah Nabi bahkan lebih sempurna dalam mencapai kekhusyuan. Misalnya dalam doa iftitah, terkadang kita membaca:
Allahamumma naa'id baini wa baina khathaayaaaya kama baa'adta bainal masyriqi wal maghribi ...

Dilain kesempatan kita membaca:
Subhaanaka Allahumma wa bi hamdika wa tabaaraka ismuka wa taala jadduka wa laa ilaaha ghaairuka

atau disaat yang lain membaca:
Wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samaawaati wal ardha haniifan ....
13. Membaca Sujud Tilawah bila membaca ayat sajdah
Melakukan Sujud tilawah ketika shalat itu besar sekali gunanya karena dapat menambah kekhusyuan dalam shalat.
14. Berlindung kepada Allah dari godaan syetan
Untuk menghadapi tipu daya setan, sekaligus untuk menghilangkan waswas yang dibisikkan oleh setan, nabi telah menunjukkan kepada kita terapi berikut ini:

"Abul Aash berkata,"Ya Rasulullah, sesungguhnya setan telah menghalang-halangi antara aku dan shalatku serta bacaanku dan mengacaukannya terhadapku." Lalu Rasulullah bersabda,"Itulah setan yang dinamakan Khanzab. Jika kamu merasakan keberadaannya maka berlindunglah kepada Allah darinya dan meludahlah ke sebelah kirimu tiga kali." Kata Abul Aash," Lalu aku mengerjakan hal demikian itu, maka Allah menghilangkan hal itu dari diriku." (Muslim)

"Sesungguhnya apabila salah seorang kamu berdiri shalat maka datanglah setan untuk mengacaukan shalatnya dan membuatnya ragu sehingga tidak mengerti berapa rakaat dia telah mengerjakan shalat. Apabila salah seorang dari kamu merasakan demikian, hendaklah sujud dua kali dalam keadaan duduk."(Bukhari)

"Apabila salah seorang dari kamu mengerjakan shalat, lalu merasakan gerakan pada duburnya, apakah berhadats atau tidak, sehingga ia ragu-ragu maka sekali-kali janganlah keluar dari shalat (membatalkannya) sebelum mendengar (kentut) atau mencium baunya." (Thabrani)
15. Merenungi ihwal orang-orang salaf dalam mengerjakan shalat
Hal ini dapat menambah kekhusyaun dalam shalat sekaligus dapat terdorong untuk mengikuti jejak mereka. Misalnya seperti ibnu Zubair Radhiyallahu 'anhu berdiri dala melaksanakan shalat, dia bagaikan sebatang kayu karena khusyuknya. Ketika dia sujud, manjanik 'peluru' musuh mengenai bagian dari pakaiannya, namun dia tidak mengangkat kepalanya. Sebagian mereka ada pula yang mukanya berubah menjadi kuning apabila ia berwudhu untuk menunaikan shalat. Ketika ditanyakan kenapa seperti itu, dia menjawab,"Aku mengerti bahwa aku akan berdiri di hadapan zat Yang Maha tinggi."

16. Mengetahui  keistimewaan khusyu dalam shalat
"Sesungguhnya seseorang yang mengerjakan shalat, tidaklah dicatat baginya dari shalat kecuali sepersepuluhnya, sepersembilannya, seperdelapannya, sepertujuhnya, seperenamnya, seperlimanya, seperempatnya, sepertiganya, setengahnya." (Ahmad)

"Siapa orang muslim yang waktu shalat wajib tiba lalu berusaha menyempurnakan wudhu, khusyu, dan rukunya, maka shalatnya itu menjadi penghapus dosa-dosa selama setahun selama dia tidak mengerjakan dosa besar." (Muslim)
17. Bersungguh-sungguh dalam berdoa ditempat-tempat tertentu terutama dalam sujud
"Seseorang yang paling dekat kepada Allah ialah ketiak ia dalam keadaan sujud. Maka perbanyaklah berdoa (didalamnya)." (Muslim)

18. Membaca dzikir-dzikir sesudah shalat
Jika kita mau mengamati dzikir-dzikir yang dibaca setelah shalat, akan kita dapatkan dzikir-dzikir tersebut dimulai dengan istighfar sebanyak tiga kali. Bacaan istighfar itu menggambarkan seolah-olah orang yang shalat itu memohon ampunan kepada Allah atas segala kekurangan yang dilakukannya selama shalat, atas usahanya yang belum optimal dalam mencapai kekhusyuan dalam shalat.
19. Berusaha menghilangkan sesuatu yang dapat mengganggu orang shalat
Termasuk kategori semacam ini adalah berhati-hati melakukan shalat di tempat-tempat yang sangat gaduh dan bising karena disampingnya banyak orang yang ngobrol ke sana ke mari. Hendaknya menghindarkan diri dari melakukan shalat ditempat-tempat hiburan dan segala sesuatu yang dapat mengganggu pandangannya. Di samping itu, hendaknya juga menghindarkan diri dari melaksanakan shalat ditempat-tempat yang amat panas.
20. Hendaknya tidak melakukan shalat dengan memakai pakaian yang ada hiasan, tulisan, warna-warni atau gambar-gambar yang mengganggu orang shalat
21. Jangan shalat sementara hidangan telah tersedia
"Tidak (boleh) shalat sementara makanan telah tersedia di hadapannya." (Muslim)
22. Jangan mengerjakan shalat shalat sambil menahan buang air
"Apabila salah seorang kamu hendak pergi ke jamban sementara shalat telah dimulai, maka hendaklah didahulukan pergi ke jamban." (Abu Daud)
23. Hendaklah tidak mengerjakan shalat dalam keadaan mengantuk
"Apabila salah seorang dari kalian mengantuk, sedangkan ia mengerjakan shalat, maka hendaklah tidur hingga hilanglah kantuknya, karena apabila mengantuk maka ia tidak mengerti yang seharusnya ia beristighfar , namun nyatanya ia mencaci maki dirinya sendiri." (Bukhari)
24. Hendaknya tidak shalat di belakang orang yang berbicara atau tidur
"Janganlah kamu melaksanakan shalat dibelakang orang yang sedang tidur dan jangan pula dibelakang orang yang sedang berbicara." (Abu Daus)
25. Tidak Menyibukkan diri dengan meratakan kerikil/pasir/tanah (Tempat Sujud)
"Janganlah kamu menyapu (pasir) padahal kamu sedang shalat. Tetapi jika kamu perlu maka (boleh) menyapu sekali saja." (Abu Daud)
26. Tidak mengganggu orang lain dengan bacaan (keras)
"Ketahuilah, sesungguhnya kalian sedang bermunajah kepada Allah, maka sekali-kali janganlah sebagian kamu mengganggu sebagian yang lain dalam shalatnya, dan janganlah sebagian kamu mengeraskan bacaan terhadap sebagian yang lain." Atau beliau bersabda,"Janganlah sebagian dari kalian  mengeraskan suara dengan bacaan al-Quran." (Ahmad)

27. Tidak Menoleh dalam Shalat
"Allah Azza wa Jalla senantiasa menghadap kepada seseorang yang tengah shalat selama ia tidak berpaling muka. Apabila ia berpaling muka maka Allah pun berpaling darinya." (Abu Daud)
28. Tidak menengadahkan Pandangan
"Apabila salah seorang dari kalian sedang melaksanakan shalat maka sekali-kali jangan menengadahkan pandangannya agar penglihatannya tidak berkilau." (Ahmad)
29. Tidak meludah ke arah depan ketika shalat
"Apabila seseorang dari kamu sedang shalat maka janganlah meludah ke depan karena Allah berada dihadapannya ketika ia sedang shalat." (Bukhari)

"Apabila salah seorang dari kalian berdiri shalat maka sebenarnya ia sedang bermunajah kepada Rabb-nya. Allah berada diantara dia dan kiblatnya. Janganlah meludah ke arah kiblatnya, tetapi hendaklah di sebelah kiri atau dibawah tumitnya." (Bukhari)

Apabila lantai masjid itu dilapisi sajadah dan sejenisnya sebagaimana yang kita saksikan pada zaman sekarang, maka bila dianggap perlu kita mengeluarkan sapu tangan atau sejenisnya lalu meludah ke dalamnya kemudian menyimpan sapu tangan tersebut.

30. Berusaha secara maksimal untuk tidak menguap ketika shalat
"Apabila salah seorang dari kalian sedang menguap dalam shalat maka tahanlah semampu mungkin karena setan masuk (mengganggunya)." (Muslim)
31. Tidak Berkacak Pinggang
"Nabi melarang orang shalat dengan berkacak pinggang." (Abu Daud)
32. Tidak mengulurkan kain sampai ke tanah dalam shalat
"Rasulullah melarang mengulurkan kain sampai ke tanah ketika shalat dan juga melarang seseorang menutup mulutnya." (Abu Daud)
33. Tidak boleh meniru-niru Binatang
Larangan meniru-niru binatang mencakup beberapa sifat shalat dan gerakannya. Ada riwayat bahwa Rasulullah melarang tiga perkara dalam shalat: mematuk seperti burung gagak (rukuk dan sujudnya cepat), membentangkan tangan bagaikan binatang buas, dan menguasai tempat tertentu (di dalam masjid untuk shalat) seperti unta menderum. (Ahmad)
 

indikator : menyanyikan lagu sesuai dengan syair dan makna

1.    Judul    : Gundul – Gundul Pacul
Lirik :
gundhul-gundhul pacul-cul gembelengan
nyunggi-nyunggi wakul-kul
kelelengan
wakul ngglimpang segane dadi sak latar
  
wakul ngglimpang segane dadi sak lata
r
Bahasa       : Jawa
Asal Etnik   : Jawa Tengah
Makna & Arti    : GUNDUL2 PACUL CUL artinya orang yang dikepalanya sdh kehilangan 4 indera tersebut yang mengakibatkan sikap berubah jadi GEMBELENGAN (congkak). NYUNGGI2 WAKUL KUL (menjunjung amanah rakyat) selalu sambil GEMBELENGAN (sombong hati), akhirnya WAKUL NGGLIMPANG (amanah jatuh gak bisa dipertahankan) SEGANE DADI SAK LATAR (berantakan sia2, tak bisa bermanfaat bagi kesejahteraan rakyat)
2.  Judul    : Apuse
Lirik & Arti :
Apuse kokon dao                               (Kakek-nenek ku mau)
Yarabe soren doreri                           (Pergi ke negeri seberang, Teluk Doreri)
Wuf lenso bani nema baki pase       (Pegang saputangan dan melambaikan tangan)
Apuse kokon dao                               (Kakek/nenek aku mau)
Yarabe soren doreri                           (Pergi ke negeri seberang, Teluk Doreri)
Wuf lenso bani nema baki pase       (Pegang saputangan dan melambaikan tangan)
Arafabye aswarakwar                        (Kasihan aku, selamat jalan cucuku)
Arafabye aswarakwar                        (Kasihan aku, selamat jalan cucuku)
Bahasa        : Papua
Asal Etnik   : Irian Jaya
Makna        : Lagu Apuse mengisahkan tentang perpisahan seorang cucu dengan kakek neneknya. Apuse sendiri artinya kakek atau nenek.
3.  Judul    : Yamko Rambe Yamko
Lirik :
Hee yamko rambe yamko aronawa kombe
Hee yamko rambe yamko aronawa kombe
Teemi nokibe kubano ko bombe ko
Yuma no bungo awe ade
Teemi nokibe kubano ko bombe ko
Yuma no bungo awe ade
Hongke hongke hongke riro
Hongke jombe jombe riro
Hongke hongke hongke riro
Hongke jombe jombe riro
Arti :
Hai jalan yang dicari sayang perjanjian
sungguh pembunuhan di dalam negri
sebagai bunga bangsa
bunga bangsa, bunga bangsa, bunga bangsa
bunga bertaburan
bunga bangsa, bunga bangsa, bunga bertumbuh
di taman pahlawan
Bahasa        : Papua
Asal Etnik   : Papua Barat
Makna          : Lagu tersebut adalah lagu tentang peperangan. Di lagu itu para pejuang Indonesia ingin menjadi bunga bangsa. Bunga bangsa itu adalah pahlawan. Yang rela berkorban untuk mempertahankan negara Indonesia ini dari para penjajah.
4.    Judul    : Rasa Sayange
Lirik :
Kalau ada sumur di ladang boleh kita menumpang mandi
Kalau ada umur panjang boleh kita bertemu lagi
Rasa sayange, rasa sayang sayange
Lihat Ambon dari jauh rasa sayang sayange
Rasa sayange, rasa sayang sayange
Lihat Ambon dari jauh rasa sayang sayange
Bahasa       : Melayu Ambon
Asal Etnik   : Maluku
Makna & Arti           : Lagu ini merupakan lagu anak anak yang selalu dinyanyikan secara turun-temurun sejak dahulu oleh masyarakat Maluku untuk mengungkapkan rasa sayang mereka terhadap lingkungan dan sosialisasi di antara masyarakat. Jika didengarkan, lagu ini layaknya seperti sajak atau pantun yang bersahutan, yang merupakan tradisi lisan orang Maluku. Oleh karenanya banyak versi dari lagu ini karena liriknya dapat dibuat sendiri sesuai maksud dan tujuan dari lagu tersebut.
5.  Judul  : Kicir – Kicir
Lirik :
Kicir kicir ini lagunya
Lagu lama ya tuan dari Jakarta
Saya menyanyi ya tuan memang sengaja
Untuk menghibur menghibur hati nan duka
Burung dara burung merpati
Terbang cepat ya tuan tiada tara
Bilalah kita ya tuan suka menyanyi
Badanlah sehat ya tuan hati gembira
Buah mangga enak rasanya
Si manalagi ya tuan paling ternama
Siapa saya ya tuan rajin bekerja
Pasti menjadi menjadi warga berguna
Bahasa      : Indonesia
Asal Etnik   : Jakarta
Makna          : Lagu kicir-kicir ini merupakan lagu yang termasuk dalam kebudayaan nasional, karena kebudayaandapat merupakan tarian, lagu-lagu daerah dan alat musik yang dilestarikan.bangsa Indonesia merupakan bangsa yang paling beragam kebudayaannya dari mulai bahasa yang digunakan, pakaian adat sampai lagu-lagu dari tiap-tiap daerah pasti memilikinya.
6.  Judul : O Ina Ni keke
Lirik & Arti                :
O ina nikeke mangewisako            (Oh ibu mau ke mana)
Mange aki Wenang
                        (Mau pergi ke Manado)
Tumeles waleko
                              (Membeli rumahmu/kue)
Weane, weane, weane toyo
          (Berikan, berikan, berikan sedikit)
Daimo siapa kotare makiwe
         (Sudah tidak ada lagi, kamu baru minta)
Bahasa       : Manado
Asal Etnik   : Sulawesi Utara
Makna          : Lirik yang menyebutkan sebagai rasa kasih sayang dari ibu kepada anak yang disayanginya. Namun ternyata anak justru melihat rasa kasih sayang tersebut sebagai ungkapan rasa kemanjaan sehingga tidak adanya timbal balik rasa sayang yang terjalin dari hubungan ibu dan anak tersebut.

indikator : mengenal judul lagu dan iringannya

1 lagu : Sinanggar tullo
asalnya : Sumatra utara
alat musik: seruling,garantung ,dll
2 lagu : bungong jeumpa
asalnya: aceh
alat musik:marwas,seruling ,rebana,gendang
3 lagu :cublak 2 suweng
asalnya: jawa tengah
alat musik :gamelan
4 lagu :manuk dadali
asal : sunda
alat musik :dagung
5 lagu :janger
asal : bali
alat musik: jegog
6 lagu : tanduk majeng
asal: Ja Tim
alat musik : saronen
7 lagu :yamko rambe yamko
asal :papua
alat musik :tifa
8 lagu :angin mamiri
asal; sulawesi selatan
alat musik: alosu ,basi2 ,dll
9 lagu : cik 2 periok
asal :kalimantan
alat musik : gender
10 lagu : nona manis siapa yg punya
asal : maluku
alat musik : tifa ,gong ,korno